Begini Cara Perhitungan Reksadana Pasar Uang

Cara Perhitungan Reksadana Pasar Uang –  Bagi kamu yang baru hendak terjun ke dunia investasi, salah satu pilihan yang terbaik untukmu adalah reksadana pasar uang. Kenapa? Karena reksadana pasar uang adalah salah satu produk investasi yang paling aman dan stabil dibanding produk lainnya. Memang apa itu reksadana pasar uang?  bagaimana cara perhitungan reksadana pasar uang?

Reksadana Pasar Uang

Pengertian dari Reksadana Pasar Uang (RDPU)

- Advertisement -

Reksadana pasar uang merupakan produk keuangan yang dananya dikumpulkan dari banyak investor yang nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam instrumen pasar uang portofolio efek seperti Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang.

Portofolio efek tersebut antara instrumen pasar uang dalam negeri atau obligasi atau surat utang jangka pendek yang memiliki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Itulah yang membedakan reksadana obigasi dengan reksadana pasar uang. Untuk reksadana obligasi instrumen investasinya adalah surat utang jangka menengah dan panjang.

Setelah dana terkumpul, Manajer Investasi (MI) akan mengelola reksadana pasar uang tersebut dengan tujuan untuk menghasilkan dan menaikkan keuntungan bagi para investor. Selain itu tujuan lainnya adalah untuk pemeliharaan dan menjaga likuiditas modal.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Reksadana Pasar Uang

Bagi anda investor pemula atau yang memiliki profil konservatif alias senang bermain aman, maka reksadana pasar uang sangat cocok bagi anda karena sangat minim resiko. Selain itu pencairan keuntungannya pun bisa dilakukan dalam jangka pendek, karena memang tujuan investasinya jangka pendek.

Namun dengan profil minim resiko tersebut, potensi untuk mendapatkan keuntungan yang besar pun kecil. Seperti bunyi kalimat populer dalam dunia investasi “High Risk, High Return” dan berlaku juga sebaliknya.

Cara Perhitungan Reksadana Pasar Uang

Sebelum benar-benar memilih instrumen investasi dan melakukan investasi menggunakan modal uangmu, sebaiknya pahami terlebih dahulu risiko dari tiap instrumen dan bagaimana cara melakukan perhitungan keuntungannya.

Misal kamu membeli sebuah instrumen reksadana pasar uang A di tanggal 25 November sebesar Rp 10 juta dengan harga instrumen tersebut adalah Rp 1000 per unitnya berdasar resiko, profit, dan tujuan kamu berinvestasi.

Itu berarti kamu memiliki jumlah unit reksadana sebanyak Rp 10.000.000/Rp 1000= 10.000 unit. Lalu di tanggal 25 Desember kamu ingin menjual unit reksadanamu tersebut. Sebelumnya kamu mencari tahu harga teraktual dari instrumen reksadana milikmu tersebut. Jika harganya lebih tinggi dibanding saat kamu membelinya sebulan yang lalu, maka kamu akan untung jika menjualnya saat ini.

Misal harga saat ini Rp 2000. Maka kamu akan mendapatkan Rp 2.000 x 10.000= 20.000.000. Itu artinya kamu untung Rp 10.000. Gimana mulai tertarik untuk berinvestasi? Segera pahami cara beli saham di Ajaib yang terpercaya dan aman.

1,018FansLike
5,900FollowersFollow
0FollowersFollow

Latest Posts

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Dapatkan artikel terbaru melalui email Anda